Setelah menjalani perawatan dua hari, sebagian korban mengaku masih merasa mual, pusing, lemas, dan diare. Kondisi ini sudah dirasakan sejak pulang dari pesta pernikahan di rumah Ketua RT Desa Susukan, Kamis silam. Diperkirakan, jumlah korban terus bertambah mengingat sebagian memilih dirawat di rumah masih-masing.

Warga Desa Susukan dan Sukarame, Pandagleng, Banten, yang menjadi korban keracunan hingga Jumat (23/4) masih dirawat di tiga puskesmas. Di Puskemas Carita, sebagian korban terpaksa dirawat di selasar puskesmas dan tenda darurat karena terbatasnya ruang perawatan.

Sejauh ini, petugas sudah mengambil contoh makanan yang diduga sebagai sumber keracunan. Namun, hingga kini belum diketahui hasilnya, Malah, pihak Dinas Kesehatan Pandeglang meyakini jika warga yang dirawat di tiga puskesmas bukan korban keracunan. Meski tidak yakin 200 warga mengalami keracunan, hingga kini belum ada perhatian serius dari pihak pemerintah.

cari tenda di tenda-jaya.com, sedia aneka jenis tenda berkualitas